Pacuan kuda (pacoa jara)

Posted on April 11, 2011

0


Di Pulau Sumba dikenal dengan kuda Sandel Wood, maka di Bima dikenal dengan kuda anjing atau jara poro. Disebut kuda anjing karena kudanya kecil-kecil (kurang lebih tingginya 1 m). Pacuan kuda sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bima. Berlangsung empat sampai lima kali setahun, acara pacuan kuda dilaksanakan di arena pacuan Desa Panda yang berjarak 6 km dari ibukota Kabupaten Bima. Musim pacuan biasa diselenggarakan pada setiap bulan April, Mei, Juli, Oktober dan Desember. Event ini disaksikan oleh ribuan penonton yang datang dari berbagai pelosok. Kuda yang mengikuti lomba adalah kuda-kuda dari Bima dengan joki anak-anak berusia 6 – 8 tahun, tanpa mengenakan pelana. Kadang-kadang juga diundang kuda-kuda dari Sumbawa, Lombok, dan kuda NTT untuk ikut berlomba. Untuk menyaksikan lomba ini cukup membayar karcis masuk dan telah tersedia tempat duduk baik

Di Pulau Sumba dikenal dengan kuda Sandel Wood, maka di Bima dikenal dengan kuda anjing atau jara poro. Disebut kuda anjing karena kudanya kecil-kecil (kurang lebih tingginya 1 m).

Pacuan kuda sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bima. Berlangsung empat sampai lima kali setahun, acara pacuan kuda dilaksanakan di arena pacuan Desa Panda yang berjarak 6 km dari ibukota Kabupaten Bima. Musim pacuan biasa diselenggarakan pada setiap bulan April, Mei, Juli, Oktober dan Desember. Event ini disaksikan oleh ribuan penonton yang datang dari berbagai pelosok.
Kuda yang mengikuti lomba adalah kuda-kuda dari Bima dengan joki anak-anak berusia 6 – 8 tahun, tanpa mengenakan pelana. Kadang-kadang juga diundang kuda-kuda dari Sumbawa, Lombok, dan kuda NTT untuk ikut berlomba.

Untuk menyaksikan lomba ini cukup membayar karcis masuk dan telah tersedia tempat duduk baik

Ditandai:
Posted in: Wisata