Balai Arkeologi Denpasar Kembali Lakukan Rencana Penggalian Situs Tambora

Posted on Januari 16, 2012

0


Discovery Cannel bersama tim ahli Arkeologi dari Amerika Serikat yang melakukan penggalian pada tahun 2004

Dompu- Balai Arkeologi Denpasar pada 2012 akan melanjutkan penggalian benda Purbakala situs Tambora di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan bekas tiga kesultanan kecil yang tertimbun akibat letusan gunung Tambora pada 10 dan 11 April 1815.

Arkeolog dari Badan Arkeologi Denpasar, Made Griya yang di hubungi Rabu kemrin (11/1) mengatakan, pada Juli 2011 pihaknya melakukan penggalian di kompleks situs tiga kesultanan yang kini masuk wilayah Kabupaten Dompu itu terkait dengan pembuatan film “Ring Of Fire” (Cincin Api) bekerja sama dengan Harian Kompas. “Pada penggalian di situs kompleks tiga kerajaan kecil, yakni kesultanan Tambora, Pekat dan Kesultanan Sanggar itu kami menemukan pondasi bangunan berpola linear dengan material geologis berupa rumah panggung dengan bahan kayu dan bambu dan atap bambu yang di duga merupakan rumah milik masyarakat umum, karena bentuk sederhana,”katanya.

Ia mengatakan, pada penggalian selanjutnya akan difokuskan untuk mencari pusat tiga kesultanan yang terkubur akibat letusan dahsyat Gunung Tambora pada 10 dan 11April 1815. Lokasi itu diperkirakan berada di sekitar lokasi bangunan berupa pabrik kopi peninggalan penjajah belanda di sekitar Gunung Tambora. Dilokasi tersebut pernah di temukan sejumlah benda bersejarah berupa keramik kuno ketika perusahaan Hak Pengelola Hutan (HPH) PT Veneer Production membuka jalan untuk mengangkut kayu dari hutan Tambora di Dompu pada tahun 1980.

Temuan itu di tindak lanjuti dengan penelitian oleh gabungan Arkeolog dari Balai Arkeologi Denpasar Bali dan Museum Geologi Bandung yang melibatkan Ahli Gunung Api dan ahli geologi serta ahli paleontologi (ilmu tentang fosil) pada 2006. Menurut dia, dari berbagai temuan selama ini tiga kerajaan kecil itu memang ada, hanya saja belum di temukan lokasi yang pasti. Karena itu penggalian pada 2012 akan di fokuskan untuk mencari lokasi tiga kerajaan kecil tersebut. atau penggalian Pada awalnya ekskavasi dilakukan oleh Discovery Cannel bersama tim ahli Arkeologi dari Amerika Serikat yang melakukan penggalian pada tahun 2004 dan menemukan kerangka manusia, rumah dan peralatan rumah tangga berupa keramik. Selain itu juga ditemukan peralatan makan sirih.

Menurut par ahli geologi itu, bekas bangunan rumah tersebut bukan rumah biasa, karena pada saat tertimbun pada tahun 1815 di dalamnya ada perkakas keramik yang bernilai tinggi dan harganya mahal, selain itu atap rumah yang di ikat dengan tali ijuk dengan ikatan yang cukup rapi. Situs Tambora bisa di sejajarkan dengan Situs Pompeii di kota Romawi yang di kunjungi sedikitnya dua juta wisatawan dari berbagai Negara setiap tahun. Karena itu situs Tambora berhasil digali, maka tidak menutup kemungkinan menjadi objek wisata internasional yang menyedot banyak wisatawan.

Situs Pompeii adalah sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat Kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Itali. Pompeii hancur karena letusan Gunung Vesuvius pada 79 M. Dengan letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota itu hilang selama 1.600 tahun sebelum di temukan kembali dengan tidak sengaja.

Letusan Gunung Tambora pada 10 dan11 Apri 1815 tidak hanya menyisakan bukti keberadaan gunung yang letusannya mengguncang dunia dan pernah mempengaruhi perubahan iklim dunia seperti menimbulkan bencana kelaparan di Eropa menelan sedikitnya 90.000 korban jiwa. Akibat letusan Gunung Tambora, langit di atas Negara- Negara tertutup debu panas yang mengakibatkan matahari tidak bisa menyinari Bumi selama berhari-hari menyebabkan bahan makanan rusak, sehingga menimbulkan becana kelaparan yang men-Dunia.

Posted in: Kabar Dompu, Sejarah